:::..Islam Untuk Semua..:::

Komunitas Muslim Intelektual
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Seperti apa rasionalitas kaum Muktazilah itu?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
muh syahda
Duktur
Duktur


Male Jumlah posting : 27
Age : 33
Registration date : 30.08.07

PostSubyek: Seperti apa rasionalitas kaum Muktazilah itu?   Mon Sep 10, 2007 8:54 pm

Orang Muktazilah sangat rasional dan banyak menggunakan takwil dalam pemahaman teks. Mereka sangat rasionalis dan mementingkan aspek kebebasan manusia. Tetapi bukan juga berarti manusia bebas tanpa kendali. Mereka pun menekankan pentingnya tanggung jawab. Salah satu doktrin mereka yang sangat terkenal adalah prinsip (janji Tuhan tentang imbalan dan sanksi)

Orang Muktazilah tentu tidak ingin merasionalkan semua perkara. Ada hal-hal yang memang tak bisa dirasionalkan. Jadi kalau mengatakan kelompok-kelompok tertentu menggunakan pendekatan rasional dalam agama, itu bukan berarti merasionalkan semuanya. Sudah barang tentu ada beberapa hal dalam agama yang tak mungkin dirasionalkan. Rasionalitas itu ada pada semangat umum pendekatannya. Menurut saya, pendapat Muktazilah bahwa Tuhan akan memberi ganjaran dan siksaan sesuai apa yang dilakukan oleh manusia adalah prinsip teologi yang rasional dan penting. Dari sanalah tanggung jawab moral manusia menjadi relevan dan penting.
Menurut saya, anekdot ini kongruen dengan prinsip Muktazilah tadi. Kalau Anda bekerja melawan hukum alam di dunia ini, Anda akan dihukum pula oleh hukum tersebut. Bagi Muktazilah, Tuhan pun bekerja dengan prosedur hukum alam itu. Tuhan sendiri tidak bisa bekerja melawan hukum alam. Intinya, Tuhan tidak bisa memperlakukan manusia secara semena-mena berdasarkan hukum yang tidak masuk akal.
Dalam hal ini mu’tazilah mempertuhankan akal tentunya, nah pertanyaan kepada seluruh peserta forum, Apakah anda sebagai muslim yang berlebel ahlusunnah wal jama’ah setuju dengan argumen mu’tazilah?
Mari kita diskusikan bersama
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
muh syahda
Duktur
Duktur


Male Jumlah posting : 27
Age : 33
Registration date : 30.08.07

PostSubyek: pentingya menghidupkan lagi semangat Muktazilah sekarang ini   Mon Sep 10, 2007 9:00 pm

Ketika menyinggung Muktazilah, saya tidak mengatakan bahwa kekayaan intelektualisme Islam hanya milik Muktazilah. Muktazilah saya rujuk karena dalam masyarakat Islam sekarang, tampaknya ada kecenderungan kuat untuk takut kepada pendekatan akal dalam agama. Itu agak menyedihkan. Karena dalam tradisi Islam, ada salah satu kelompok yang sangat besar dan punya pengaruh cukup lama. Jangan lupa, Muktazilah punya peran yang cukup penting di dunia Islam dalam waktu yang tak kurang dari tiga abad.

Pengaruh mereka meluas dari Baghdad, ke daerah yang sekarang disebut Iranseperti Khurasan, Nisabur dan Afganistansampai ke kawasan Mesir dan Yaman. Jadi, pengaruh mereka pernah membentang dari ujung paling selatan dunia Islam di Yaman sampai ujung paling utara di Afganistan. Itu luas sekali. Dan selama tiga abad itu mereka cukup dominan sebagai arus pemikiran. Tapi, karena alasan yang tidak bisa kita bahas dalam kesempatan ini, tiba-tiba kelompok ini menghilang dari sejarah. Dan saya kira, ini salah satu tragedi yang layak kita ratapi. Kita telah kehilangan satu arus yang amat penting dalam dunia pemikiran Islam.
apakah anda setuju dengan argumen ini, saya tunggu kritikan anda?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
muh syahda
Duktur
Duktur


Male Jumlah posting : 27
Age : 33
Registration date : 30.08.07

PostSubyek: Apakah produk pemikiran Muktazilah layak kita kagumi sampai   Mon Sep 10, 2007 9:07 pm

Menurut saya, era Muktazilah adalah periode penting dalam sejarah pemikiran Islam. Orang sering punya pemahaman salah terhadap Muktazilah. Mereka layak dikagumi sebagai the defenders of reason; pembela akal-budi dalam sejarah Islam. Dalam politik pun, orang Muktazilah, selain Khawarij, gigih menentang kekuasaan turun-temurun; kekuasaan politik yang ketika itu dominan. Ketika al-Makmun—Khalifah Abbasiah yang menjadi patron Muktazilah—menjadi penguasa, orang-orang Muktazilah masa itu justru tidak suka padanya. Ada banyak ulama atau sarjana Muktazilah yang tidak mau masuk struktur kekuasaan. Mereka tidak terlalu suka al-Makmun, meski mereka diberikan patronase. Intinya, mereka tidak suka dengan keseluruhan sistem politik Abbasiah yang berdasarkan garis keturunan atau kedinastian.

Sebab, orang Muktazilah berpendapat bahwa kekuasaan harusnya dipilih dengan cara yang demokratis. Mereka menolak tegas hadis yang mengatakan bahwa penguasa haruslah datang dari suku Quraisy. Ini bukan hadis yang mereka anggap valid. Menariknya, ketika al-Makmun menjelang meninggal, dia justru dibujuk oleh sejumlah orang sekelilingnya untuk mengangkat putranya sebagai pengganti. Tapi dia menolak karena dia adalah seorang Muktazilah. Dia tidak mau menetukan pemimpin sesudahnya.

Karena itu, yang jadi khalifah sesudah dia adalah adiknya, bukan anaknya sendiri. Dia menolak itu dan percaya pada prinsip Muktazilah yang mengatakan bahwa kepemimpinan harus demokratis. Jadi, meskipun al-Makmun bekerja dalam kerangka politik kekhilafahan, semangatnya tetap rasional dan sesuai dengan doktrin politik Muktazilah yang menolak adanya kekuasaan turun-temurun
apakah anda pro ataukah kontra dengan pemikiran mu'tazilah?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
alfurqan
Mahasiswa


Jumlah posting : 3
Registration date : 31.08.07

PostSubyek: Re: Seperti apa rasionalitas kaum Muktazilah itu?   Mon Sep 10, 2007 11:44 pm

Melirik dari karakteristik pemikiran Syiah, memang tidak bisa dilepaskan dari dari upaya upaya rasionalisasi pemikiran yang ada dalam tubuh kaum Muktazilah.
Kalau berbicara tentang kekayaan intelektual klasik Islam, kita tak hanya bicara mengenai pemikiran agama, tetapi dunia pemikiran Islam klasik secara global. Kalau kita lihat, skup atau bidang kajian intelektual Islam klasik itu sangat luas sekali. Bukan hanya di bidang keagamaan, tapi juga di berbagai bidang yang dalam bahasa sekarang disebut humaniora, humanities, atau ilmu-ilmu kemanusiaan. Misalnya teori dan kritik sastra, sejarah, musik, filsafat, kedokteran, logika, dan sebagainya. Di masa itu, perkembangan ilmu pengetahuan seperti mengalami peledakan yang luar biasa. Bukan saja pada aspek ilmu-ilmu keagamaan, tetapi juga aspek lainnya.

Yang perlu saya tekankan: pada masa itu, yang giat membawa obor kemerdekaan berpikir atau liberalisasi pemikiran adalah orang-orang Muktazilah. Kalau anda melihat sejarah pemikiran Islam klasik, yang terdepan dan tokoh-tokoh utama dalam penelitian atau pengkajian ilmu sastra atau ilmu balaghah, adalah orang-orang Muktazilah. Misalnya, Yusuf as-Sakkaki yang menulis buku Miftâhul `Ulűm, sebuah buku dasar dalam teori kritik sastra Arab. Di bidang tata bahasa Arab, yang terdepan dalam menuliskan buku-buku ini juga orang-orang Muktazilah. Di bidang teologi, mereka juga dikenal sebagai sangat rasional dan terdepan. Di bidang pemikiran hukum, mereka memang kurang menonjol. Tapi dalam ilmu-ilmu kemanusiaan, mereka menonjol sekali. Dan itu semua adalah bagian dari kekayaan khazanah intelektualisme Islam klasik. Dan perlu di ingat, bahwasanya Muktazilah dengan karateristik pemikiran yang paradigmatik dapat memberikan kontribusai yang luar biasa bagi kemajuan islam di pentas sejarah.

Yang perlu kita apresiasi dari pemikiran kaum Muktazilah adalah pendapat mereka yang menghendaki kekuasaan yang demokratis, bukan didominasi oleh kelompok kelompok tertentu dalam islam,argumen mereka yang maendambakan sebuah kemajuan dan menghindari adanya stagnasi pemikiran. sejatinya pemikiran pemikiran muktazilah yang pernah terlontar pada abad yang silam perlu diapresiasi, bukan kita pro atau pun kontra dalam hal ini, tapi bagaimana kita bisa membangun sebuah komunitas yang maju sesuai dengan nilai nilai yang telah diajrkan islam, saya kira persoalan pro atau pun kontra dengan pemikiran yang ada dalam tubuh kaum muktazilah, itu adalah sebuah dilema kehidupan yang harus tetap berlangsung, dan ini adalah persoalan yang relatif, karena kecenderungan manusia itu berbeda beda, mungkin saja disatu sisi saya kontra dengan pemikiran kaum muktazilah, tapi di sisi lain bisa saja kita pro dengan pemikiran mereka, artinya pandai pandailah kita memilah mana yang kongruen dari pemikiran kaum Muktazilah untuk kita aplikasikan dalam tataran kehidupan, agar islam tetap rasional dengan tuntutan zaman.......
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
muh syahda
Duktur
Duktur


Male Jumlah posting : 27
Age : 33
Registration date : 30.08.07

PostSubyek: Re: Seperti apa rasionalitas kaum Muktazilah itu?   Tue Sep 11, 2007 9:07 am

ini merupakan pernyataan yang anda lontarkan bahwa
pada masa itu, yang giat membawa obor kemerdekaan berpikir atau liberalisasi pemikiran adalah orang-orang mu'tazilah
pada peragraf yang ketiga saudara berasumsi bahwa
Yang perlu kita apresiasi dari pemikiran kaum Muktazilah adalah pendapat mereka yang menghendaki kekuasaan yang demokratis apakah dalam hal ini bahwa paham demokratis mu'tazilah bisa di artikan sebagai bentuk kebebasan, yang mana tidak bersifat diskriminasi?.
kalaupun demikian hal baru barangkali bahwaketika membicarakan mas'alah demokrasi erat kaitannya dengan hubungan antara politik dan agama, apakah anda setuju bahwa mu'tazilah bisa di dentik dengan paham sekularisme yang menghedaki paham kebebasan ?
Dalam hubungan antara agama dan kekuasaan politik, dapatkah Muktazilah disebut penyokong sekularisme?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Seperti apa rasionalitas kaum Muktazilah itu?   Today at 2:13 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
Seperti apa rasionalitas kaum Muktazilah itu?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
:::..Islam Untuk Semua..::: :: Kajian Turats :: Aqidah dan Filsafat-
Navigasi: